Berita Utama

Tolak Kabid Baru, Honorer Dishub Mengadu Ke DPRD

RADARBONE.ID-Pergantian pejabat di lingkup Dinas Perhubungan Kabupaten Bone menimbulkan kekisruhan.

Sukardi alias Saddi yang diangkat menjadi Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan menggantikan A Sapriadi ditolak oleh honorer yang selama ini menjadi ujung tombak penarikan retribusi.

Mereka menolak Sukardi karena kebijakannya yang dinilai akan memecat sejumlah honorer.

“Kami dizalimi oleh kepada bidang baru. Kinerja kami tidak dianggap. Kalau ini berlarut-larut, PAD tidak tercapai. Karena semangat kami sudah tidak ada. Kami meminta rekomendasi komisi ini untuk mengganti Kabid yang sekarang. Kami diperlakukan secara semena-mena. Kami dipecat semua,” ungkap A Alfian di hadapan anggota Komisi III, Jumat, 29 Januari 2021.

Curhat Alfian di rapat dengar pendapat komisi III diamini sejumlah honorer dishub lainnya yang memenuhi pintu masuk ruang komisi III.

“Kami sudah bekerja 10 tahun lebih. Tapi kenapa kami dipecat. Tidak ada yang memprovokasi kami.  Pada intinya kami disini sudah tidak menginginkan pak Sukardi sebagai Kabid kami,” sambung honorer Dishub lainnya.

Mereka mendesak komisi III agar menerbitkan rekomendasi mengembalikan Kabid yang lama, yakni A Sapriadi.

Diketahui Sapriadi dimutasi ke Dinas Perdagangan pada mutasi pejabat lingkup Pemkab Bone, beberapa waktu lalu.

Menanggapi keluhan para honorer tersebut, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, Sukardi menampik tuduhan yang disampaikan honorer.

Saddi menegaskan dirinya tidak melakukan pemecatan, melainkan hanya pergeseran sebagai strategi dalam mendongkrak PAD.

“Kami tidak melakukan pemecatan. Hanya pergeseran karena ada tiga seksi yang mau difungsikan. Yang selama ini hanya satu seksi,” kata mantan Kasi Rekayasa Lalu Lintas selama tiga tahun itu.

Plt Kadis Perhubungan Kabupaten Bone, A Hidayat mengungkapkan pihaknya baru saja melakukan perpanjangan kontrak untuk tenaga honorer pada Januari ini.

“Saya minta diatur secara proporsional penempatan mereka (honorer). Apalagi ini bertambah personel patroli dari 50 menjadi 70. Sebenarnya ini sudah saya sampaikan juga ke pak Sapriadi (Kabid sebelumnya),” kata Hidayat.

Hidayat mengakui sebenarnya dirinya sudah menengahi persoalan ini sejak mencuat beberapa hari lalu. Karenanya ia menyayangkan jika persoalan ini dibawa ke dewan.

“Apa yang menjadi aspirasi teman-teman di sini sebenarnya sudah saya jawab, sehingga belum perlu ini disampaikan ke dewan,” kata Hidayat.

Sejumlah anggota komisi III menyayangkan kepala bidang terlalu cepat melakukan perombakan petugas di lapangan. Mengingat sejauh ini realisasi PAD Dinas Perhubungan cukup fantastis.

“Jangan seenaknya memindahkan orang karena selama ini sudah over target. Mestinya memberikan apresiasi kepada yang sudah bekerja. Jadi jangan digeser dulu, kalau tidak capai target baru dipindahkan,” tegas Adriany A Page berapi-api.

Adriani meminta komisinya untuk turun melakukan kroscek di Dinas Perhubungan.

Anggota Komisi III lainnya, A Taufiq Kadir menilai masalah di Dinas Perhubungan tersebut hanya persoalan komunikasi.

“Ini hanya persoalan komunikasi.
Terlalu cepat melakukan tindakan kabid yang baru. Saya kira persoalan ini bisa selesaikan Plt kadis,” bebernya.

Diketahui, capaian PAD Dinas Perhubungan Kabupaten Bone setahun terakhir meningkat tajam. Sebelumnya, PAD Dishub hanya dikisaran Rp800 juta.

Memasuki 2020, target PAD Dishub dinaikkan menjadi Rp1,3 miliar. Dan hasilnya over target menjadi Rp1,7 miliar. Tahun ini, target PAD Dishub kembali dinaikkan menjadi Rp2,6 miliar.

Mantan Kabid Lalu Lintas dan Angkutan, A Sapriadi pesimis target PAD sebesar itu sulit dicapai jika sistem yang sudah ia rintis diubah.

“Potong jari tanganku ini, target PAD tidak akan dicapai kalau sistemnya diubah,” tegas Sapriadi yang turut hadir dalam rapat yang dipimpin ketua Komisi III, HA Suaedi tersebut.

Seiring meningkatnya perolehan PAD, honor petugas di lapangan pun dinaikkan. Awalnya besaran honor tenaga honorer Dishub hanya Rp300,-an ribu per bulan, kini sudah meningkat menjadi Rp1,4 juta.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top