Berita Terkini

Viral, Anak Pekerja Kelapa Sawit Di Malaysia Ikut Seleksi PPDB Athirah Bone

RADARBONE.ID, WATAMPONE–Viral, dua anak pekerja sawit di Sabah Malaysia, ikut ujian online untuk masuk di Sekolah Islam Athirah Boarding School Bone.

Foto siswa yang sementara ujian online di tenda kebun sawit, pertama kali di posting pemilik akun facebook Ismi Tasman, Kamis 18 Februari 2021.

“DEDIKASI UNTUK NEGERI
Perjuangan Siswa SD di Sabah Malaysia ikut tes online Penerimaan Peserta Didik Baru SMP Islam Athirah Bone. Pasang tenda di ladang sawit untuk cari jaringan.
Selamat berjuang nak, semoga lulus ya kami tunggu di Sekolah Islam Athirah Bone,” tulisnya.

Sekolah Islam Athirah Bone, memang memberikan ruang anak sekolah pekerja buruh kelapa sawit Sabah Malaysia yang tamat tahun ini untuk melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP dan SMA Islam Athirah Bone.

Peluang ini diberikan melalui program kerja sama Sekolah Islam Athirah dengan Sabah Bridge. Melalui kerja sama itu, anak pekerja buruh kelapa sawit yang tamat tahun ini pada jenjang SD maupun SMP yang ingin melanjutkan pendidikannya di Athirah Bone dapat mengikuti seleksi penjaringan Penerimaan Peserta didik baru melalui online.

“Khusus hari ini, kita selenggarakan seleksi online penjaringan penerima beasiswa kalla educare bagi siswa yang akan tamat jenjang SD. Termasuk yang ikut terlibat di dalamnya adalah anak buruh pekerja kelapa sawit yang ada di Sabah Malaysia,” kata Kepala Sekolah Islam Athirah Bone Syamsul Bahri, S.PdI.

“Penjaringan penerima beasiswa Kalla Educare materi yang diujikan meliputi mata pelajaran umum, seperti Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan IPA,” tambahnya.

Syamsul Bahri juga tak menampik perjuangan siswa untuk masuk di Sekolah Islam Athirah Bone yang terpaksa harus ujian di kebun sawit karena faktor jaringan.

“Memang di sana jaringan hanya ditempat tempat tertentu. Makanya anak anak yang mengikuti seleksi PPDB harus naik ke tempat tempat tinggi yang notabene berada di tengah-tengah kebun sawit. Apalagi di Sabah Malaysia sementara lockdown, mereka tidak bisa keluar kampung, sehingga harus cari jaringan di ladang sawit,” tandasnya.

Dikatakanya lagi, kerja sama ini, sudah berjalan dua tahun. Tahun lalu sudah ada terjaring dua orang siswa. Bahkan sudah sekolah Athirah.

“Ini menjadi pusat perhatian kami karena rata rata buruh imigran yang kerja kelapa sawi adalah orang Sulsel. Dan Sabah Bridge telah membangun kerja sama dengan provinsi Sulsel untuk mengembalikan anak anak buruh pekerja kelapa sawit untuk kembali bersekolah,” imbuhnya.

Sementara Nurholis guru Sekolah Islam Athirah juga membenarkan hal tersebut. “Sekitar ada 19 orang anak buruh pekerja kelapa sawit Sabah Malaysia ikut seleksi penjaringan penerimaan peserta didik baru Sekolah Islam Athirah Bone,” kuncinya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top