Ekonomi Bisnis

Dukung Peningkatan Daya Saing UMKM di Kabupaten Bone, KPPN Adakan Dialog Lintas Profesi

RADARBONE.ID, WATAMPONE–Terobosan baru kembali dilakukan oleh KPPN Watampone dalam upaya penyebaran informasi publik dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Kali ini pada momen memperingati Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei, KPPN Watampone menggelar diskusi lintas profesi untuk membahas tentang upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Pelaku UMKM dan Tokoh Masyaratkat menjadi pihak yang diajak berkolaborasi dengan KPPN Watampone kali ini.

Bekerjasama dengan Lembaga penyiaran publik lokal Radio Radio Suara Bone Beradat yang dikemas dalam format talkshow, para narasumber menyampaikan hal-hal yang selama ini telah dilakukan oleh pemerintah serta kendala yang dihadapi dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM.

Pada kesempatannya Ketua HIPMI Kabupaten Bone H. Bachtiar, SE, MH menyampaikan rasa penghargaan yang setinggi-tinggi atas upaya pemerintah dalam mendukung permodalan UMKM baik melalui perbankan maupun Lembaga keuangan lainnya.

Dukungan permodalan dari pemerintah menjadi kunci dalam usaha untuk tetap eksis ditengah pandemi.

”Support silang dari sesama pengusaha dan pemerintah serta pemanfaatan teknologi informasi menjadi satu kunci untuk menghadapi situasi yang semakin menantang di dunia usaha saat ini,” ungkap bactiar.

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Watampone yang diwakili oleh Kepala Seksi Bank Ruswanto dan Pejabat Fungsional PTPN Lukman Syatir dan Fahrul Aprianto pada sesi yang sama secara detil memberikan informasi terkait program-program permodalan yang telah diluncurkan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan diantaranya Kredit Ultra Mikro dan Kredit Usaha Rakyat.

KPPN Watampone sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah memiliki peran untuk dapat memastikan usaha-usaha mikro, kecil dan menengah agar dapat terus bertahan ditengah badai pandemi covid-19.

Kredit Ultra Mikro sebagai salah satu program unggulan pemerintah memiliki keunggulan yang mudah dan cepat untuk mendapatkannya.

Dalam penyalurannya sendiri kredit ultra mikro menggandeng Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM) serta Koperasi Mitra Duafa yang melayani proses penyaluran untuk wilayah Kabupaten Bone, Kab. Soppeng dan Kab. Wajo.

Berdasarkan data pada Sistem Informasi Kredit Pemerintah (SIKP), sampai dengan bulan Mei 2021 Kredit ultra mikro memiliki batas maksimal Rp.10 Juta dan dapat diangsur selama 1 tahun untuk Kabupaten Bone telah disalurkan sebesar Rp5,2 Milyar untuk 1.300 pelaku usaha.

Permodalan dari kredit UMi diharapkan mampu meningkatkan usaha sehingga dalam jangka panjang akan mampu memiliki permodalan mandiri.

“Diharapkan dengan adanya sharing dari berbagai sumber yang valid diharapkan akan mampu menarik minat para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah untuk memaksimalkan program-program dukungan pemerintah untuk terus mendukung daya saing para pelaku UMKM,” terangnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top