Pendidikan

Menuju PSDKU, Pengelola PDD PNUP Minta Dukungan Bupati Bone

RADARBONE.ID–Pengelola Pendidikan Di luar Domisili (PDD) Politeknik Negeri Ujung Pandang (PNUP) di Kabupaten Bone berharap dukungan dari pemerintah Kabupaten Bone.

Perubahan bentuk PDD menjadi Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU) PNUP di Kabupaten Bone membutuhkan anggaran operasional sebesar Rp1,2 miliar.

Ketua Pengelola PDD PNUP Bone Dr. Mahyati, ST, M.Si saat menggelar sosialisasi penerimaan mahasiswa baru di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone dan Sinjai, Rabu, 30 Juni 2021 mengungkapkan bahwa pengelola PDD PNUP telah melakukan audiens dengan Bupati Bone Dr. HA. Fahsar Mahdin Padjalangi, MSi untuk meminta dukungan pendanaan pelaksanaan penerimaan mahasiswa tahun akademik 2021-2022.

“Alhamdulillah, beliau sangat merespon untuk mendukung transformasi PDD Bone menjadi PSDKU,” katanya.

Ada beberapa jalur akan dilakukan oleh bupati demi keberlangsungan PDD Bone diantaranya bisa lewat pemerintah provinsi dalam hal ini Plt Gubernur, bisa juga melalui Kementerian Pendidikan, Dirjen Vokasi, dan bisa lewat jalur partai supaya kampus PDD di Bone tetap bisa berjalan dan menerima mahasiswa baru ditahun 2021.

“Saat ini, kita sisa menunggu informasi dari pak bupati, karena biaya operasional PSDKU sepenuhnya akan ditanggung oleh Pemda. Jadi kalau pak bupati sudah memberikan tanggalnya, Insyaallah kami akan cepat melakukan proses dan paling lambat penerimaan mahasiswa baru mulai dibuka di Minggu kedua bulan Juli dan untuk proses pembelajaran 2021/2022 akan dimulai 27 September 2021,” tandasnya.

Sejak dibukanya PDD PNUP di Bone, alumninya sudah ada 4 angkatan, November 2021 mendatang akan dilaksanakan wisuda yang kelima.

“Prodi yang kita buka ada tiga yakni D3 Teknik Kimia, D3 Teknik Sipil dan D3 Administrasi Bisnis. Kalau sudah bertranformasi menjadi PSDKU, D3 Teknik Kimia akan menjadi D4 Teknik Kimia Industri,” tandasnya.

Perubahan bentuk PDD menjadi PSDKU harus dilakukan karena adanya perubahan regulasi dari Kementerian Pendidikan. Dulu PDD Bone pendanaannya dari kementerian, namun setelah bertransformasi menjadi PSDKU pendaannya diserahkan ke Pemerintah daerah, karena PSDKU ini milik daerah.

“Setelah PSDKU akan bertransformasi menjadi Politeknik Teknologi Negeri Bone dan kalau sudah bertransformasi itu sudah menjadi Mandiri. Kalau sudah mandiri, pendanaannya ditanggung 100 % oleh Kementerian Pendidikan,” terangnya.

Sementara Dr. Surajuddin Omsa, SE Wakil Direktur II Bidang Umum dan Keuangan PNUP mengungkapkan untuk mengubah itu status PDD menjadi PSDKU membutuhkan proses administrasi dan dokumen.

“Sekarang statusnya sudah submit, seluruh dokumen yang meliputi tiga hal yaitu SDM, Kurikulum dan Sarpras sudah submit dalam sistim, sisa menunggu komitmen pemerintah daerah untuk dana operasionalnya. Karena begitu kita beralih ke PSDKU maka pendanannya harus ditanggung oleh Pemda. Karena kita tidak memiliki uang untuk itu,” jelasnya.

Kenapa harus beralih ke PSDKU, karena kalau statusnya masih PDD tidak boleh menerima mahasiswa baru.

“Misalnya kalau kita masih menerima menerima Maba dengan status PDD, maka mahasiswa yang diterima tidak terdaftar di pangkalan data Direktorat pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi. Pada saat tidak terdaftar nanti kalau selesai tidak bisa diakui,” tandasnya.

Anggaran yang dibutuhkan ketika beralih ke PSDKU sebesar Rp1,2 M kata Surajuddin kalau jumlah mahasiswa baru yang diterima sebanyak 75 orang.
“Dengan estimasi setiap kelas 25 untuk tiga prodi ditambah mahasiswa yang lama,” bebernya.

Ini sudah dikomunikasikan dengan Bupati Bone, namun pada dasarnya bupati mengeluh karena banyak pemotongan anggaran karena covid-19 yang mencapai Rp200 miliar dari Rp2 triliun APBD Bone Rp1 triliun untuk gaji.

“Pemda hanya mampu bergerak setelah dikurangi semua anggaran Rp400 miliar saja. Ini kita minta, kalau bisa ada Rp1,2 M dari Rp400 untuk perkuliahan dan penerimaan mahasiswa baru,” tuturnya.

Tapi ternyata itu memang berat karena banyak program prioritas yang sudah ditetapkan dalam APBD sangat sulit untuk digeser karena menyangkut masalah kebutuhan masyarakat yang terdampak oleh covid.

“Solusinya beliau berjanji akan melakukan pertemuan dengan Plt Gubernur untuk meminta solusi dalam menyikapi hal tersebut. Sekaligus juga memasukkan surat permohonan supaya PDD ini dapat diperhatikan supaya bisa tetap lanjut. Kemudian beliau juga berjanji melakukan pertemuan dengan para politisi yang berasal dari Bone khususnya yang berada pada komisi pendidikan untuk bisa mengawal transformasi dari PDD ke PSDKU atau PDD menjadi politeknik negeri yang mandiri dipercepat,” tandasnya.

Hal serupa juga diungkapkan HR Fajar ST, M.Eng Wakil Direktur Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Sistim Informasi PNUP. Menyiapkan PDD PNUP menjadi mandiri menjadi tugas pengelola hanya saja harus melalui PSDKU. Cuma tantangannya apakah Pemda siap untuk membiayai operasionalnya, karena regulasinya sekarang PSDKU harus dibiayai oleh Pemda.

“Ini menjadi harapan kita, Alhamdulillah Bupati Bone sudah berjanji akan melakukan berbagai cara dengan melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat baik melalui jalur partai dan anggota DPR agar memungkinkan bisa langsung menjadi Politeknik Negeri Bone,” kataya.

Dan kalau PSDKU ini hadir, sebenarnya akan menjadi jaminan semua alumni SMA/SMK di Bone untuk mendapatkan fasilitas untuk masuk Ke Politeknik Negeri.

“PSDKU bentuk kerja sama unggul antara Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Pemda. Kita katakan Unggul kalau PSDKU buka, Pemda berhak menentukan berapa jumlah Maba yang diterima dan bisa memprioritaskan masyarakatnya dengan model kompetisinya khusus warga Bone,” katanya.

“Sisa kapasitasnya kita sesuaikan dengan operasional yang ada,” tambahnya.

Sekadar diketahui bahwa sosialisasi jelang penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh pengelola PDD PNUP yang bertempat di Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah III Bone dan Sinjai turut dihadiri Kacabdisdik Drs Andi Syamsu Alam MPd, Ketua Pengelola PDD Bone Dr Mahyati ST MSi, Dr Surajuddin Omsa, SE Wakil Direktur II Bidang Umum dan Keuangan Politeknik Negeri Ujung Pandang, HR Fajar ST, M.Eng Wakil Direktur Bidang Perencanaan Kerja Sama dan Sistim Informasi Politeknik Negeri Ujung Pandang dan Nasli selaku Protokol PNUP serta para kepala SMA/SMK se Kab. Bone. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top