Metropolis

Jaga Kerukunan Umat Beragama, Kepala Kemenag Bone Launching Aplikasi Multi Level Pendampingan

RARARBONE.ID, WATAMPONE–Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone Dr. H. Wahyuddin Hakim, M.Hum membuat inovasi baru dalam mengukur kinerja para penyuluh di 27 kecamatan. Untuk mengetahui kerja-kerja para penyuluhnya, kini tidak mesti harus terjun ke lapangan, namun cukup mengontrol melalui aplikasi Multi Level Pendampingan (MLP) Kontrol Informasi Moderasi Beragama.

Pemanfaatan inovasi aksi perubahan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone ini ditandai acara launching dengan hitungan mundur dari angka 10 hingga tiba angka 0 yang disertai suara perpaduan sirine dengan beduk bertempat di Aula Kantor Kemenag Bone, Jumat, 27 Agustus 2021.

Pada momen ini, Aula Kemenag Bone gelap gulita, cahaya hanya tertuju pada kegiatan launching sehingga memberikan kesan spektakuler dan menakjubkan.

Kegiatan ini dihadiri Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Kamaruddin Amin melalui virtual zoom, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel Drs. KH. Khaeroni, M.Si, Bupati Bone Dr. HA. Fahsar M Padjalangi, M.Si, Tim Pusdiklat Kemenag RI Andin Sudirman dan Ahmad Hendy Trastiyo, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sulsel, Kepala UPT Asrama Haji Sudiang Makassar, Asisten I Para Pejabat Pengawas Kantor Kemenag Bone, Ketua MUI dan FKUB Kabupaten Bone, Tokoh Agama, Kepala KUA Kecamatan dan Kepala Madrasah.

Sebelum launching, para tamu undangan menyaksikan slide show yang memperlihatkan Kepala Kantor Kemenag Bone mengikuti diklat Kepemimpinan Administrator dan menggagas aksi perubahan MLP, serta menyelesaikannya bersama tim efektif yang telah dibentuknya. Ditampilkan pula dukungan dari Dirjen Bimas Islam, Bupati Bone, Ketua DPRD Bone, Kapolres Bone dan Dandim 1407/Bone.

Kepala Kemenag Bone Dr. H. Wahyuddin Hakim, SH, M.Hum menjelaskan bahwa inovasi ini lahir dari munculnya pertanyaan mengenai kinerja para penyuluh yang ada di kecamatan. Sehingga untuk menjawab hal tersebut, lahirlah sebuah ide untuk menciptakan sebuah aplikasi pengontrol yang kini dinamai dengan MLP Kontrol Informasi Moderasi beragama. Aplikasi ini sangat diharapkan manfaatnya dalam rangka menjaga kerukunan antar umat bergama.

“Melalui aplikasi ini, Kementerian Agama dapat mengontrol kinerja para penyuluh yang ada di lapangan, apa kegiatannya hari ini, dimana, materinya apa. Itu semua diaploud dalam aplikasi tersebut, sehingga kita tidak mesti ke lapangan karena bisa melihat langsung di ruangan bahkan di luar negeri,” katanya.

Bupati Bone Dr. HA. Fahsar Mahdin Padjalangi, M.Si mengapresiasi inovasi yang dilahirkan oleh Kepala Kantor Kemenag Bone. “Apa yang digagas oleh H. Wahyuddin Hakim baru judulnya sudah ide baru. Dari kata Multi Level Marketing menjadi Multi Level Pendampingan.

Ini adalah pemikiran berilian dan cerdas,” katanya.
“Dari kata MLP ini kita sudah dapat menafasirkan bahwa ada nilai yang pantastis yang akan diraup, dengan penduduk Bone yang begitu besar. Karena teori MLP itu dari 1 menjadi 10. Namun melalui inovasi ini kita butuh bagaimana moderasi beragama ini bisa sampai ke pelosok,” tambahnya.

Bahkan bupati dua periode ini mendorong aksi perubahan tersebut tidak hanya diimplementasikan di Bone namun bisa diimplementasikan di Sulsel.

“Itu tidak susah cukup dilandasi dengan Surat Keputusan Kanwil seperti kami di Pemda Bone aksi perubahan Latpim II semua dilandasi surat keputusan bupati sehingga dapat diimplementasikan dalam dunia kerja. Bahkan bisa secara nasional, untuk itu saya mendorong inovasi ini dikompetisikan di skala nasional. Peluangnya ada, sisa diperjelas saja sasarannya,” tandasnya.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulsel Drs. KH. Khaeroni, M.Si mengatakan sesungguhnya apa yang dibuat Kepala Kemenag Bone sebagai upaya menghindarkan diri dari neraka khutomah. Neraka Khutomah adalah neraka yang banyak dihuni pencela dan pendengki.

“Karya MLP terkait moderasi beragama ini bisa menjadi contoh dalam upaya meningkatkan kinerja para penghulu dan penyuluh. Saya menunggu perkembangan aplikasi ini, kalau berhasil dengan baik akan kami kembangkan dan implementasikan di tingkat Provinsi. Kalau Sulsel berhasil akan kami tindaki ke Nasional,” imbuhnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top