Berita Utama

Wow, Bakal Ada Dua Masjid Di Kantor DPRD Bone, Proyek Baru Dianggarkan Rp698 Juta

BONE, RADARBONE.ID–Masjid DPRD Bone, butuh rehab. Plafonnya bahkan bocor dimana-mana. Namun bukannya direhab, Pemkab Bone melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) malah membangun rumah ibadah baru. Lokasinya tepat di depan masjid lama atau di area parkir DPRD Bone disamping gedung aspirasi.

Proyek pembangunan masjid baru DPRD Bone dinilai terkesan dipaksakan. Betapa tidak, di area kantor legislatif tersebut, sudah berdiri masjid yang tidak kalah megah. Hanya butuh rehab dan perbaikan dibeberapa sisi masjid.

Namun anehnya, Disperkimtan justu mengelontorkan anggaran besar untuk membangun masjid baru yang lokasinya tepat di depan masjid lama DPRD.

Informasi yang dihimpun, jika anggaran untuk pembangunan masjid ini juga bersumber dari pokir salah satu legislator DPRD Bone.

Ironisnya lagi, Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Bone, tak tahu adanya proyek pembangunan rumah ibadah tersebut.

“Kami disekretariat, tidak tahu kalau ternyata ada pembangunan masjid baru. Ada truk yang memuat material bangunan, masuk ke area DPRD Bone. Kami kira masjid lama yang mau direhab, ternyata masjid baru yang mau dibangun,” ucap salah seorang Staf DPRD Bone.

Benar saja, saat dikonfirmasi RADAR BONE, Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Bone, Andi Alimuddin M juga mengaku tak tahu adanya proyek pembangunan rumah ibadah di kompleks kantor DPRD Bone.

“Pembangunan masjid, konfirmasi dengan Dinas Tarkim (Disperkimtan) karena mereka punya kegiatan/proyek,” kata mantan staf ahli Pemkab Bone ini, Selasa 28 September kemarin.

Andi Alimuddin juga menyarankan agar pembangunan rumah ibadah tersebut ditanyakan ke Ketua DPRD Bone.

“Hal lain menyangkut pembangunan tersebut, kita konfirmasi ke pak Ketua DPRD Bone (Irwandi Burhan),” ucapnya.

Sekwan juga menegaskan, masjid lama DPRD Bone tak akan dibongkar. “Saya larang bongkar (Masjid lama,red). Bahkan tadi pagi saya suruh staf untuk bersihkan,” pungkas mantan Sekretaris Bapenda ini.

Ketua Komisi III DPRD Bone, HA Suaedi SH MH juga mengaku heran dengan adanya proyek baru pembangunan rumah ibadah di kompleks DPRD Bone.

“Setahu saya, yang dibahas dan disetujui saat rapat komisi III adalah rehabilitasi masjid DPRD Bone. Saya tidak tahu kalau ternyata masjid baru yang dibangun,” ucap Suaedi.

Politisi Partai Demokrat ini juga menegaskan, harusnya tidak perlu membangun masjid baru, karena di kompleks DPRD Bone sudah ada masjid yang selama ini dimanfaatkan.

“Sisa direhab saja dan tentu akan lebih menghemat anggaran,” ucapnya.
Terpisah, Kepala Disperkimtan Bone, Budiono membenarkan jika awalnya yang disetujui adalah rehabilitasi masjid DPRD Bone.

Namun karena pertimbangan anggaran APBD yang cukup besar besar, maka rehab itu dialihkan untuk pembangunan masjid baru di lokasi yang dianggap strategis.

Budiono beralasan lokasi masjid lama, tersembunyi sehingga diputuskan untuk membangun bangunan baru tepat di depan masjid lama.

“Makanya pembangunan ini dipindahkan ke depan agar bisa difungsikan untuk umum. Pintu masuk ke masjid nantinya bukan hanya lewat dari pintu utama saja. Tapi ada juga pintu dari luar tanpa lewat piket,” ucapnya.

Budiono menyebutkan, rumah ibadah yang dibangun tersebut, nantinya bisa difungsikan untuk masyarakat umum.

“Masyarakat yang mau singgah shalat bebas masuk. Siapa saja yang mau fungsikan masjid, silahkan,” ucapnya.

Sementara untuk masjid lama DPRD lanjut mantan Kadis Pariwisata ini, akan dialihfungsikan, setelah pembangunan masjid baru selesai.

“Tergantung dari sekretariat dan anggota DPRD sendiri mau dijadikan ruang apa nanti masjid lama. Apakah mau dijadikan rumah tahfidz atau ruangan lainya tergantung dari mereka nantinya,” jelasnya.

Praktisi kebijakan publik, Muh Arif Ridha menilai ada yang janggal dibalik proyek pembangunan masjid baru di kompleks DPRD Bone. Apalagi, kondisi masjid lama yang menurutnya masih sangat layak. Hanya perlu direhab dan dibenahi bagian yang rusak.

Apalagi, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan masjid baru ini, cukup besar mencapai Rp698 juta lebih.

“Kenapa bukan masjid lama saja yang direhab, lebih menghemat anggaran, apalagi di masa pandemi covid-19 saat ini, dimana semua serba sulit,” ucapnya.

Kata Arif, dalam skala prioritas saat ini, pembangunan baru di DPRD bukanlah hal yang medesak. Sebab, masih banyak persoalan-persoalan yang lebih penting yang harusnya menjadi prioritas. Termasuk diantaranya, infrastruktur (Jalan, jembatan, irigasi dan pemberdayaan masyarakat yang dianggap lebih prioritas).

“Saya melihatnya, proyek ini terkesan dipaksakan. Apalagi di kompleks DPRD Bone sudah ada masjid. Kalaupun niatnya untuk membangun rumah ibadah, kenapa bukan rehab masjid raya saja yang disuntik anggaran,” ucapnya.
Arif juga mendukung langkah Sekwan DPRD Bone untuk tidak membongkar bangunan masjid lama.

“Minimal ada jejak yang ditinggalkan. Biarlah kemudian masyarakat yang menilai,” kuncinya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top