Metropolis

Evaluasi Kinerja Bagian Sekretariat Daerah, Sekkab Bone: Jangan Ulangi Kesalahan Tahun Lalu Ditahun 2022

Kabag Protokol Setda Bone H Barham ST

RADARBONE.ID, WATAMPONE–Mengawali tahun 2022, Sekretaris Daerah Kabupaten Bone Drs. H. Andi Islamuddin, MH selaku pimpinan 12 bagian Sekretariat Daerah menggelar rapat kerja dan evaluasi kinerja tahun 2021 bertempat di Gedung PKK Kabupaten Bone, Jumat, 07 Januari 2022.

Rapat kerja internal yang digelar secara tertutup ini menekankan pentingnya percepatan realisasi anggaran di bulan berjalan. Terutama di tengah pandemi covid-19, para kepala bagian diminta untuk lebih mengefesienkan anggaran dengan mendapat hasil yang lebih besar.

“Kesalahan-kesalahan yang terjadi di tahun 2021 diharap tidak lagi terulang di tahun 2022. Harus ada konsistensi supaya ada ketertiban dalam pengelolaan keuangan daerah,” tegas Sekda Bone melalui Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan H. Barham ST.

Rapat kerja yang dilakukan oleh Sekda Bone kata H Barham merupakan tindak lanjut dari penegasan bapak bupati Bone pada saat memberikan semua penakanan kepada para kepala OPD. “Pak Sekda juga menjadi salah satu bagian Kepala OPD, Forkopimda dan Pimpinan Sekretariat Daerah adalah Sekda Bone,” katanya.

Atas kewenangan dan tugasnya sebagai pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Bone ini mengumpulkan seluruh ornamen yang ada di Sekretariat untuk mengupas dan membahas satu-satu imbauan bapak bupati agar perangkat daerah bekerja dengan kaedah hukum.

“Bupati Bone menginginkan kita semua selamat di dunia maupun diakhirat,” kata H Barham menirukan penekanan Sekda Bone.

Selain memberikan penekanan, Sekda Bone kata Barham juga melakukan evaluasi terhadap sesuatu yang telah dilakukan di tahun 2021. “Ternyata ada belanja-belanja tidak sepenuhnya terealisasi. Alhamdulillah hampir mencapai 100% atau diatas 90% ke atas. Salah satunya di Bagian Kesra masih rendah serapannya oleh karena adanya dana Hibah Masjid Raya yang tidak terealisasi sebesar Rp5 miliar, sehingga itu cukup mendongkrak rendagnya persentase realisasi anggaran di bagian sekretariat daerah,” tandasnya.

“Penekanan berikutnya lagi bahwa Inspektorat adalah lembaga pembina, sehingga apa yang menjadi temuannya segera dikoordinasikan dan ditindaklanjuti,” tambahnya.

Tidak sampai disitu saja, Andi Islamuddin juga menegaskan hal-hal yang keliru di tahun 2021 jangan lagi terulang. Makanya ditegaskan agar di bulan Januari tahun 2022 apa yang direncanakan untuk dilaksanakan segera disikapi secepatnya, tapi jangan juga dipaksakan semua anggaran untuk dihabiskan.

“Contohnya dibagian hukum ada dana pendampingan masalah hukum. Kalau itu tidak dilaksanakan kan Alhamdulillah, itu bertanda bahwa kita tidak pernah mendapat masalah secara otomatis anggaranya pasti kembali. Kalau harus dihabiskan berarti kita berdoa agar ada masalah, padahal tidak seperti itu,” tandasnya.

Intinya kata Sekkab apa yang menurut ideal, dimanajemen dan dikelola dengan baik. Kegiatan apa yang akan dilakukan di bulan Januari segera dilakukan pencairan dananya, termasuk kegiatan-kegiatan yang harus dilelang atau ditender segera dilakukan tender.

“Jangan tunggu berlama-lama, hingga terakhir terakhir tidak ada lagi waktu. Jangan ada lagi program yang tidak jalan atau ada waktu bertemu lagi dengan musim hujan, sehingga kontraknya harus diadendum,” tandasnya.

Ketua DP Korpri Kabupaten Bone juga menegaskan pentingnya kedisiplinan dalam bekerja. Hal ini menjadi pusat perhatiannya kata H Barham karena adanya orang-orang tertentu disinyalir cekloknya tidak berjalan maksimal. Termasuk non ASN para Kabag diminta untuk membuat absensi khusus dan harus jalan. Karena menurut beliau tenaga non ASN juga terlibat dalam perkantoran dan menghabiskan anggaran, menyerap anggaran begitu besar sehingga harus juga ditau kinerjanya.

“Dan itu telah kita lakukan dibagian Protokol. Tenaga kontrakpun harus membuat laporan kinerja apa yang dilakukan dalam satu bulan. Termasuk program kerja-kerja yang akan dilakukan ditahun 2022, bahkan saya sudah rapat untuk mengevaluasi apa yang kurang di tahun 2021. Contohnya apa yang manual-manual di tahun 2021, untuk tahun 2022 kita coba komputerisasi, yang belum ada SOP-nya kita paksakan supaya ada SOP-nya,” tukasnya.

Terakhir Sekda Bone juga menekankan perencanaan tahun 2023 juga sudah harus dimulai dari sekarang, supaya perencanaannya lebih matang. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top