RADARBONE.ID, WATAMPONE-Meskipun masih dalam masa pandemi Covid-19, namun demikian realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Wajo sampai dengan Februari 2022 mencapai sebesar Rp156,71 miliar dan merupakan tertinggi kelima bila dibandingkan dengan 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulawesi Selatan.
Hal ini berdasarkan data pada Aplikasi Sistem Informasi Kredit Program (SIKP) Sampai dengan Februari 2022, realisasi KUR di Kabupaten Wajo tercatat sebesar Rp156,71 miliar atau 5,93% dari total realisasi KUR di Provinsi Sulawesi Selatan sebesar Rp2,64 triliun. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang terealisasi sebesar Rp97,46 miliar mengalami pertumbuhan sebesar 60,79%.
Apabila dilihat dari jumlah debitur KUR, Kabupaten Wajo juga merupakan yang terbesar keempat yaitu sebanyak 3.932 debitur atau 6,14% dari total debitur di Provinsi Sulawesi Selatan sebanyak 63.999 debitur sampai dengan bulan Ferbuari 2022.
Bila dilihat dari jenis skema kredit, Kredit Mikro merupakan yang terbesar realisasi di Kabupaten Wajo, yaitu sebesar Rp116,99 miliar atau 74,65% dari total realisasi sebesar Rp156,71 miliar. Disusul Kredit Kecil sebesar Rp36,50 miliar atau 23,29%, Kredit Super Mikro (Supermi) sebesar Rp3,22 miliar atau 2,06%.

Apabila dilihat dari penyalur KUR di Kabupaten Wajo, Bank BRI merupakan yang terbesar realisasinya yaitu sebesar Rp128,10 miliar atau 81,75% dari total sebesar Rp156,71 miliar, disusul Bank Mandiri sebesar Rp17,97 miliar atau 11,47%. Bank BNI sebesar Rp8,91 miliar atau 5,68%, BSI sebesar Rp1,68 miliar atau 1,07%, dan BPD Sulselbar sebesar Rp45,00 juta atau 0,03%.
Sementara itu, jika dilihat dari sektor ekonomi di Kabupaten Wajo terdapat tiga penyumbang terbesar, yaitu Sektor Pertanian, Perburuan dan Kehutanan merupakan yang terbesar menyerap KUR sebesar Rp91,43 miliar atau 58,35%, disusul sektor Perdagangan Besar dan Eceran sebesar Rp42,60 miliar atau 27,19% dan ketiga sektor Perikanan sebesar Rp9,02 miliar atau 5,76%.
Sisanya tersebar di berbagai sektor ekonomi lainnya yang perlu mendapat perhatian dan terus dikembangkan.
Kepala KPPN Watampone, Rintok Juhirman berharap meskipun masih dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, pelaku UMKM dapat terus melakukan berbagai macam terobosan dan inovasi unggulan. Baik dari sisi produk maupun pemasarannya. Agar mampu bertahan bahkan berkembang dalam kegiatan usahanya di berbagai sektor ekonomi.
“Dengan memanfaatkan KUR sebagai salah satu alternatif pembiayaan yang murah, yaitu dengan bunga 6% per tahun karena mendapatkan subsidi bunga dari Pemerintah,” terangnya. (*)







