Berita Utama

Setelah Guru Honorer, Giliran Delapan Pegawai Dishub Bone Dipecat

RADARBONE.ID_WATAMPONE–Perlakuan diskriminatif terhadap tenaga honorer di Kabupaten Bone terus terjadi. Setelah guru honorer di SDN 169 Sadar, Hervina yang dipecat hanya karena memposting nominal gajinya di media sosial facebook, kini giliran honorer di Dishub Bone yang dipecat. Total ada delapan pegawai di dinas itu yang diberhentikan.

Delapan honorer Dinas Perhubungan Kabupaten Bone, dipecat padahal mereka sudah mengabdi belasan tahun di dinas itu. Bahkan, pemecatan delapan honorer itu dinilai tanpa dasar.
Salah seorang honorer, Abd Rasyid kepada RADAR BONE mengaku tak pernah melanggar disiplin.

“Makanya, kami heran kok tiba-tiba diberhentikan jadi honorer. Padahal kami ini rajin masuk dan tidak ada peraturan kantor yang kami labrak,” katanya kepada RADAR BONE kemarin.
Ia mengaku honorer yang dipecat, rata yang sudah mengabdi di Dishub sejak 2008.

“Kami mulai di SK kan sejak 2008 tapi kok tiba-tiba diberhentikan. Sementara ada orang yang baru dikasi masuk malah diperlakukan istimewa. Alasan diberhentikan katanya anggaran tidak cukup untuk menggaji honor, tapi kenapa ada juga tambahan, makanya kami keberatan dan kami protes. Kami meminta keadilan,” tegasnya.

Anehnya kata Rasyid, pemecatan dirinya tidak diketahui oleh kepala seksi dan kepala bidang.
“Katanya kami dipecat sesuai hasil evaluasi kasubid kepegawaian. Yang kami pertanyakan evaluasinya itu apa, karena selama ini kami tidak pernah melanggar disiplin,” tegasnya.

Senada diungkapkan honorer lainnya, Andi Rudi. Ia bahkan sudah mengabdi di Dishub sejak 2005.
“Kami heran, karena kami sudah 16 tahun mengabdi dan saya juga rajin berkantor. Kenapa tiba-tiba saya diberhentikan, lalu ada yang malas masuk berkantor, namun justru itu yang dipertahankan. Bahkan ada teman kerja saya, jarang masuk, karena dia juga kerja di Makassar, tapi dia dipertahankan,” ujarnya.

“Kenapa ada diskriminasi, kami meminta keadilan. Dimana logikanya, yang rajin diberhentikan, lalu yang malas dipertahankan,” paparnya.

Ia juga menyebut, honorer yang dipertahankan karena memiliki orang dalam. Hanya saja, Ia enggan menyebut orang dalam yang dimaksud.

“Yang dipertahankan itu rata-rata ada orang kuat dibelakangnya. Kami yang tidak mempunyai orang dalam, jadi korban,” tukasnya.

Praktisi kebijakan publik, Dharmawansyah menyayangkan adanya perlakuan diskriminatif terhadap tenaga honorer. “Stop diskriminasi honorer. Saya minta pak bupati turun tangan menyelesaikan persoalan ini. Karena bisa menjadi preseden buruk bagi pemerintahan di daerah ini,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan sikap arogansi sejumlah pejabat yang asal memecat honorer. “Kemarin guru yang dipecat menjadi viral, jangan sampai pemecatan delapan honorer ini menambah panjang kasus diskriminatif terhadap tenaga honorer di daerah ini,” pungkas Dharmawansyah mengingatkan.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perhubungan, A Hidayat Pananrangi yang dikonfirmaso RADAR BONE, membantah adanya honorer yang dipecat.

“Sebenarnya tidak dipecat, tetapi statusnya diturunkan dari honorer menjadi tenaga sukarela,” katanya.

Ia mengaku, keputusan itu diambil berdasarkan hasil evaluasi jajarannya. “Setiap tahun honorer kita evaluasi. Hasil evaluasi menurut Kasubag Kepegawaian, delapan orang itu malas masuk kerja. Makanya diturunkan statusnya menjadi sukarela,” ujarnya.

“Karena rugi negara memberikan gaji yang malas masuk kerja sementara ada yang rajin masuk. Sementara anggaran untuk membayar honor terbatas.

Makanya ini dievaluasi setiap tahun,” tambah mantan Camat Bontocani di era kepemimpinan Bupati Bone, HAM Idris Galigo ini.

Hidayat mengaku, keputusan ini tetap akan dievaluasi dalam waktu enam bulan kedepan.
“Kalau hasil evaluasi berikutnya, bisa kembali rajin, maka tentu akan dinaikan lagi statusnya,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan, ada beberapa klasifikasi honorer di lingkup Dinas Perhubungan yakni honorer bagian patroli yang gajinya Rp1 juta per bulan. Lalu kolektor, gajinya sebesar Rp500 ribu perbulan. Kemudian bagian administrasi sebesar Rp300 ribu per bulan dan tenaga sukarela yang tanpa gaji.

*baharuddin

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top