Berikut ini merupakan penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, kecuali

Berikut ini merupakan penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, kecuali

Artikel ini akan memberikan referensi kunci jawaban dari pertanyaan tentang Berikut ini merupakan penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, kecuali. Soal ini merupakan salah satu yang sering dihadapi oleh para Guru saat mereka melakukan tugas Merdeka Mengajar.

 

Soal ini termasuk dalam Post Test Latihan Pemahaman Modul 2: Mendidik dan Mengajar Kurikulum Merdeka, Merdeka Mengajar.

 

Meskipun kunci jawaban disediakan sebagai panduan dan referensi bagi Guru dalam menyelesaikan tugas pada buku paket Modul 2: Mendidik dan Mengajar, namun Guru diharapkan dapat mencoba mengerjakan soal tersebut secara mandiri terlebih dahulu sebelum melihat kunci jawaban yang ada.

 

Soal

Berikut ini merupakan penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, kecuali

(A) Pendidik mengelompokkan murid-murid sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya.

(B) Murid-murid diberi kebebasan untuk memilih bahan belajar yang mendukung proses belajarnya.

(C) Seluruh murid hanya mempelajari materi dari video pembelajaran yang dibuat guru.

(D) Pendidik melibatkan murid-murid untuk menentukan target belajarnya di kelas.

 

Jawaban

Seluruh murid hanya mempelajari materi dari video pembelajaran yang dibuat guru (jawaban C).

 

Pembahasan

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan pembelajaran yang memberi keleluasaan pada murid untuk meningkatkan potensi dirinya sesuai dengan kesiapan belajar, minat, dan profil belajar murid tersebut.

 

Pembelajaran berdiferensiasi tidak hanya berfokus pada produk pembelajaran, tapi juga fokus pada proses dan konten/materi. Metode ini dapat diterapkan hampir pada semua mata pelajaran.

 

Ciri-Ciri Pembelajaran Berdiferensiasi

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan strategi pembelajaran yang mengakomodasi kebutuhan belajar individu murid yang berbeda-beda. Berikut adalah beberapa ciri-ciri pembelajaran berdiferensiasi:

  • Pendidik memahami kebutuhan belajar murid. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memetakan profil belajar murid, seperti gaya belajar, minat, dan kesiapan belajar.
  • Pendidik menyediakan berbagai pilihan belajar. Pilihan ini dapat berupa konten, proses, dan produk pembelajaran yang berbeda-beda.
  • Pendidik memberikan murid otonomi dalam belajar. Murid diberi kebebasan untuk memilih cara belajar yang paling sesuai dengan kebutuhannya.
Baca juga:  Kesempatan antara merupakan hal-hal yang berkaitan dengan pilihan tempat yang menawarkan komoditas yang sama

 

Berdasarkan ciri-ciri tersebut, opsi A, B, dan D merupakan contoh penerapan pembelajaran berdiferensiasi.

Opsi A: Pendidik mengelompokkan murid-murid sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya. Hal ini memungkinkan pendidik untuk menyediakan pembelajaran yang lebih terfokus dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok.

Opsi B: Murid-murid diberi kebebasan untuk memilih bahan belajar yang mendukung proses belajarnya. Hal ini memberikan otonomi kepada murid untuk memilih materi yang sesuai dengan minat dan kebutuhannya.

Opsi D: Pendidik melibatkan murid-murid untuk menentukan target belajarnya di kelas. Hal ini memungkinkan murid untuk memiliki tujuan belajar yang jelas dan terukur.

 

Sedangkan opsi C tidak sesuai dengan ciri-ciri pembelajaran berdiferensiasi. Hal ini karena pembelajaran berdiferensiasi menekankan pada pemberian pilihan belajar kepada murid. Memaksa seluruh murid untuk mempelajari materi dari video pembelajaran yang dibuat guru tidak memberikan otonomi kepada murid dan tidak mengakomodasi kebutuhan belajar individu murid yang berbeda-beda.