Metropolis

Bupati Impikan Bone Jadi Pusat Ekonomi dan Budaya di Sulsel

RADARBONE.ID–Bupati Bone Dr. HA. Fahsar Mahdin Padjalangi, M.Si baru saja merayakan hari ulang tahunnya yang ke-58 tahun Senin 21 Juni 2021.

Ternyata diusianya yang tidak muda lagi, masih terbesit banyak harapan untuk memajukan Kabupaten Bone. Tujuh tahun memimpin Bumi Arung Palakka, Bupati dua periode ini masih memiliki impian hingga saat ini belum terwujud.

“Ada impian saya, sebenarnya sudah hampir terwujud, namun terjadi regulasi yang tidak minta,” katanya.

Fahsar mengaku ingin sekali menjadikan Bone pintu gerbang perekonomian di Sulsel dan menjadikan Bone pintu ekonomi Indonesia pada bagian Timur. Caranya dengan membuka akses perekonomian di Bajoe.

“Tahun pertama menjabat sudah ketemu dengan perancangnya. Kita sudah membanding-bandingkan, tiba-tiba regulasi berubah, tarik semua Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE). Kewenangan bupati ditarik. Sehingga impian ini belum bisa terwujud,” katanya.

Fahsar mengatakan seandainya impian ini bisa terwujud, Bone bisa memotong kebutuhan orang kendari tidak sampai di Makassar, semua kebutuhan dipasok di Bone. Kita bisa buka grosir. Bahkan konsepnya saya sudah bicarakan dengan pakar ekonomi di Makassar. Hanya saja terjanggal persoalan regulasi yang tidak lagi menjadi kewenangan daerah,” bebernya.

Lanjut Fahsar impian yang kedua belum terwujud adalah menjadikan Bone sebagai sentra budaya di Sulsel.

Sejarah Bone merupakan sentra budaya bugis dan sentra budaya adat tapi hingga saat ini hal itu belum dilirik, sementara daerah lain lebih cepat menjemput sentra budaya dari pada Bone sendiri.

“Wisata budaya kedepan sangat menjanjikan, ini harus kita bangkitkan, dan itu terbukti semangat kaum milenial mulai menggeluti ini, dan ini sudah ada kelompok milenial yang melakukan itu,” katanya.

Bupati menceritakan bagaimana sejarah Bone memegang hegemoni pemerintahan di masa lalu.

“Ini harus kita pikirkan. Literatur sejarah ada 3 kerajaan besar di Sulsel yaitu Luwu, Gowa dan Bone. Luwu dan Gowa memiliki tanda kesejarahan, sementara kita tidak, untuk itu kita harus kembalikan kejayaan itu supaya kedepan Bone menjadi daya magnet sentra budaya di Sulsel,” imbuhnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top