Berita Utama

Lima KK Di Desa Unra Disuruh Kosongkan Rumah, Diduga Beda Pilihan di Pilkades

BONE, RADARBONE.ID–Lima Kepala Keluarga (KK) di Desa Unra Kecamatan Awangpone harus menelan pil pahit. Mereka harus mengosongkan rumah mereka. Pemilik tanah yang juga kerabat calon kepala desa yang kalah di Pilkades meminta warga tersebut untuk segera angkat kaki.

Sumber RADAR BONE menyebutkan, jika tuan tanah yang juga sepupu calon kepala desa yang kalah, menyuruh warga tersebut untuk segera mengosongkan rumah mereka.

“Ini Sulaiman pemilik tanah, sepupunya kepala desa yang kalah (Andi Ida Musdalifah). Lima warga ini dituding mendukung Ibu Fitri (Calon kepala desa peraih suara terbanyak Desa Unra). Makanya disuruh kosongkan rumah,” ungkap sumber tersebut, Kamis 25 November kemarin.

Kelima KK yang diusir, masing-masing Hafidah/Cambolong, Mase, Jami, Mase, Fadil.

“Kelima warga ini kabarnya untuk sementara akan ditampung oleh kepala desa yang terpilih. Sementara dicarikan juga tempat sementara untuk kelima KK ini,” ucapnya.

Camat Awangpone, Andi Kamaluddin mengaku juga mendapat informasi adanya warga yang diusir akibat jagoan pemilik tanah, kalah di pilkades. “Saya juga dapat informasinya, tapi untuk laporan resminya belum ada yang masuk ke kecamatan,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Awangpone, AKP Agus membantah jika pengusiran tersebut terkait pilkades.

“Awangpone aman soal pilkades. Ini murni permasalahan tanah. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pilkades,” ungkapnya.

Ia mengaku, polsek telah memediasi antara pemilih tanah dengan warga yang menempati tanah tersebut. “Yang warga ini juga mengerjakan sawah si pemilik tanah,” katanya.

Terkait dengan rumah yang dibongkar, Kapolsek mengaku juga berdasarkan kesepakatan pemilik tanah dan warga yang menempati tanah itu. “Jadi pemilik tanah mengatakan, mau dibongkar atau tidak. Namun warga yang mengerjakan tanah itu minta waktu dua bulan, makanya itu yang disepakati,” tambahnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

To Top