Berita Terkini

Ditetapkan Kemenag, Berikut Besaran Zakat Fitrah 1442 Hijriah

Rapat penetapan zakat fitrah 1442 Hijriah tahun 2021 bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Bone, Kamis, 15 April kemarin.

RADARBONE.ID_WATAMPONE-Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bone menggelar rapat penetapan zakat fitrah 1442 Hijriah tahun 2021 bertempat di Aula Kantor Kemenag, Kamis, 15 April kemarin.

Melalui rapat tersebut, diputuskan besaran zakat fitrah tahun ini. Rapat penetapan zakat fitrah, juga melibatkan sejumlah stakeholder mulai dari bagian Kesra Setdakab Bone, MUI, NU, Muhammadiyah, Baznas dan Dinas Perdagangan.

Dengan dasar pertimbangan pandemi covid-19 yang berdampak pada perekonomian masyarakat, dalam rapat tersebut diputuskan zakat fitrah tahun 2021 bagi masyarakat yang mengkonsumsi beras biasa tetap 4 liter dengan nilai Rp6.500 per liter atau Rp26 ribu. Sementara, masyarakat yang mengkonsumsi beras kepala tetap 4 liter dengan nilai Rp8 ribu per liter atau Rp32 ribu per kepala.

Kemenag juga meminta peran para MUI, NU dan PDM untuk ikut berperan aktif mendorong masyarakat untuk mengeluarkan zakat hartanya.

“Potensi zakat harta sangatlah besar, hanya saja belum terkelola dengan baik. Maka dari itu, sangat perlu edukasi kepada masyarakat kita,” ungkap Kepala Kantor Kemenag Bone, Dr H Wahyuddin Hakim MHum.

Selain zakat harta, yang paling banyak dipertanyakan oleh masyarakat adalah Fidyah (pengganti puasa). “Ini semua perlu dinformasikan ke masyarakat kita. Karena bagian dari kewajiban bagi umat Islam,” tuturnya.

“Untuk pelaksanaan zakaf fitrah diserahkan ke masing-masing pengumpul zakat yang ada di desa dan kelurahan,” tambahnya.

Ketua PDM Kabupaten Bone Drs H Muh Tahir Arfah juga menekankan pentingnya sosialisasi terkait zakat mal atau zakat harta. Harus ada kebersamaan dalam mengkomunikasikan hal tersebut. “Jadi kedepan perlu ada kesepakatan,” tandasnya.

Sementara Ketua Baznas Kabupaten Bone Drs H Zainal Abidin menjelaskan, menyangkut zakat mal, pihaknya juga telah melakukan pelatihan kepada Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Dimana dalam pelatihan itu, UPZ ditekankan tidak hanya sekadar menunggu saja, namun menjemput.

“Sesuai petunjuk Baznas Pusat untuk zakat mal ditetapkan 653 Kg gabah nisabnya sudah harus keluar. Hal ini juga bisa menjadi tolok ukur pertanian seperti cengkih dan lainnya. Sementara untuk emas sendiri takarannya 85 gram sudah harus keluar nisabnya,” tuturnya.

Hal serupa juga diungkapkan Hj Faridah Hanafing. UPZ tidak hanya menerima zakat fitrah saja, melainkan juga bertugas mengumpul zakat mal. Hanya saja, zakat mal belum berjalan maksimal, yang masif saat sekarang ini baru zakat profesi dan perdagangan.

“Kami dari Baznas selalu ingin menjadi yang terdepan, cuma belum bisa maksimal, sehingga kita butuh dukungan para ulama kita berperan aktif menyampaikan akan pentingnya zakat mal,” tuturnya.

Sementara, Kabag Kesra Kabupaten Bone A. Saharuddin SSTP MSi sangat mengapresiasi langkah cerdas yang dilakukan kantor Kemenag Bone karena mampu melakukan penetapan zakat diawal ramadhan.

“Apa yang menjadi keputusan dalam rapat ini, tentu akan kita tindaklanjuti segera. Termasuk melalui surat edaran,” imbuhnya.

*

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top